About

Blogger ini didirikan pada tanggal 8 agustus 2014 oleh Dimas Prasetia Muhammad Bertujuan untuk memudahkan anggota dalam mencari materi-materi pembelajaran.

Kode-kode HTML Dasar

Jumat, 08 Agustus 2014

  1. <H1> sampai <H6>
    <H1>  </H1>font ukuran besar
    <H2>  </H2>
     ....         ....
    <H6>   </H6>font semakin kecil
  2. <HR>
    Fungsi : perintah untuk membuat garis horizontal penuh layar
    cth :


  3. <I>
    Fungsi : membuat teks miring
  4. <B>
    Fungsi : membuat teks tebal
  5. <U>
    Fungsi : membuat teks bergaris bawah
  6. <CENTER>
    Fungsi : membuat text ke tengah layar
  7. <ALIGN>
    Fungsi : Membuat teks rata kiri dan rata kanan
    Sintak
    <P ALIGN=right>untuk rata kanan
    <P ALIGN=left>untuk rata kiri
    <P ALIGN=center>untuk rata tengah
    <P ALIGN=justify>untuk rata kiri dan rata kanan atau
    <H?ALIGN=right>
    <H?ALIGN=left>
    <H?ALIGN=center>
    <H?ALIGN=justify>

    Contoh pemakaian: 

    <H2 Align=right>Selamat Datang Ke Website Kami <H2>
  8. <BR>
    Fungsi : memasukkan fungsi enter
    Cth : Jika perintah <BR> diberikan di awal atau diakhir baris, maka kalimat berikutnya akan dicetak pada baris berikutnya
  9. <!->
    Fungsi : membuat komentar
    Semua teks atau perintah yang diapit oleh perintah ini tidak akan dijalankan
  10. <P>
    Fungsi : memisahkan paragraph yang satu dengan paragraph yang lain
  11. <DD>
    Fungsi : membuat teks atau sebuah paragraph agak masuk ke dalam
  12. <BASEFONT>
    Fungsi : Mengubah ukuran font
    Contoh :
    <BASEFONT SIZE=6>
    WELCOME TO MY WEBSITE
    <B>WELCOME TO MY WEBSITE DAN TEBAL</B>
  13. <FONT>
    Fungsi : mengubah ukuran font, tetapi angka yang terdapat dalam size yang merupakan ukuran font harus diberi tanda kutib
  14. <FACE>
    Fungsi : mengubah jenis font
  15. <SUP>
    Fungsi : membuat cetak naik suatu teks
    Contoh :
    Kami adalah yang pertama:1stin the world
  16. <SUB>
    Fungsi : membuat suatu teks cetak turun
    Contoh :
    contoh-contoh teks cetak turun :
    H2O (Disebut Air) dan
    C2127No (Disebut Methadon)
  17. <UL> atau Unorder List
    Fungsi : membuat bullet
  18. <LI>
    Fungsi : juga untuk membuat bullet
    Catatan : perintah <LI> harus berada dalam perintah OL,UL,DIR,Menu
    Contoh :
    <UL>
    <LI>
    <H2> Jawa Timur </H2>
    <UL>
    <LI> SURABAYA </LI>
    <LI> MALANG </LI>
    <LI> GRESIK </LI>
    </UL>
    </LI>
    </BR>
    <LI>
    <H2> Jawa Barat </H2>
    <UL>
    <LI> Bandung </LI>
    <LI> Sukabumi </LI>
    <LI> Bogor </LI>
    </UL>
    </LI>
    </UL>
  19. <IMGSRC>
    Fungsi : memasukkan gambar ke dalam Website
    Anda dapat juga memasukkan gambar berakhiran *.Jpg, *.Gif, *.Bmp dll
    Sintak :<IMG BORDER="5">
    "5" merupakan ukuran border(Bingkai), ganti angka ini sesuai keinginan anda
  20. <BGSOUND>
    Fungsi : memasukkan suara atau musik ke dalam Website
    Sintak : <BGSOUND loop=infite Src="d:/Selamat datang.WAV">
Link dengan sorot
Berikut adalah contoh program bagaimana membuat link hanya dengan sorot saja (link tak perlu diklik, tetapi cukup disorot dengan mouse.
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> </TITLE>
<META Name="description"Content=" ">
<META Name="keywords"Content=" ">
<META Name="generator"Content="Cute HTML">
</HEAD>
<BODY BG Color="#FFFFFF"Text="#000000="#"0000FF"VLink="#800080">
<Center>
<A href=" "target=main on mouse over="Window.open('c:/html/keterangan.html'):">
<Font Size=3 FACE=Arial Color=#804000> Keterangan </FONT> </e>
</CENTER>
</BODY>
</HTML>
Link dengan tombol 

Berikut adalah contoh program link dengan tombol
Sintak :
<Input type="button"Value="Nama Tombol"
On Click="parent.location="Link anda disini" >
Contoh 

Buatlah link dengan nama
tentang_kami.html
produk_kami.html
cara_memesan.html

< HTML > 

< HEAD >
< TITLE > </TITLE>
< META name="description"Content=" ">
< META name="keywords"Content=" ">
< META name="generator"Content="Cute HTML">
< /HEAD >
< BODY BGCOLOR="#FFFFFF"Text="#000000"Vlink="#800080" >
< Center >
< h1 > PT.OCTA >
< Input Type="button"value="Tentang Kami"
on click="parent.location="c:/website/tentang_kami.html'" >
< Input Type="button"value="Produk Kami"
on click="parent.location="c:/gambar/produk_kami.html'" >
< Input Type="button"value="cara memesan"
on click="parent.location="c:/gambar/cara_memesan.html'" >
< /Center >
< /Body >
< /HTML >
Kolom 

< tr > adalah perintah untuk membuat kolom pada notepad
Berikut adalah contoh perintah cara membuat kolom pada notepad
< html >
< head >
< title > Belajar membuat kolom < /title >
< /head >
< H3 Align="Center" > DAFTAR MAHASISWA < H3 >
< table border="3" border color="red"
< tr >
< td > No
< td > Nama
< td > Alamat
< td > No. Phone
< td > Gambar
< /tr >
< tr >
< td > 1
< td > Octa
< td > Padang Bulan
< td > 8214773
< td > < Img src="C:\Documents and Settings\XP\My Documents\My Webs\octa_pic1.JPG" > < /tr > 

 Sumber http://members.tripod.com/octa_haris/html.html

CARA MERAKIT KOMPUTER

Assalamualaikum Wr.Wb He... Bertemu lagi Dengan OIS SMK CIPTA SKILL  Disini Saya Mau Ngejelasin Tentang CARA MERAKIT KOMPUTER Berikut ini akan dibahas mengenai bagaimana cara merakit komputer, terutama bagi mereka yang baru belajar .. dari beberapa referensi yang saya pelajari .. maka berikut ini akan dijelaskan langkah demi langkah cara merakit komputer, mudah-mudahan bermanfaat
Komponen perakit komputer tersedia di pasaran dengan beragam pilihan kualitas dan harga. Dengan merakit sendiri komputer, kita dapat menentukan jenis komponen, kemampuan serta fasilitas dari komputer sesuai kebutuhan.Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari:
A. Persiapan
B. Perakitan
C. Pengujian
D. Penanganan Masalah
Persiapan
Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul.Hal yang terkait dalam persiapan meliputi:
  1. Penentuan Konfigurasi Komputer
  2. Persiapan Kompunen dan perlengkapan
  3. Pengamanan
Penentuan Konfigurasi Komputer
Konfigurasi komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita.Penentuan komponen dimulai dari jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya. Faktor kesesuaian atau kompatibilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.
Persiapan Komponen dan Perlengkapan
Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:
  • Komponen komputer
  • Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
  • Buku manual dan referensi dari komponen
  • Alat bantu berupa obeng pipih dan philips
Software sistem operasi, device driver dan program aplikasi.
Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit.Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.
Pengamanan
Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan.Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:
  • Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
  • Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.

Perakitan
Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:
  1. Penyiapan motherboard
  2. Memasang Prosessor
  3. Memasang heatsink
  4. Memasang Modul Memori
  5. memasang Motherboard pada Casing
  6. Memasang Power Supply
  7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
  8. Memasang Drive
  9. Memasang card Adapter
  10. Penyelesaian Akhir 
1. Penyiapan motherboard
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.
2. Memasang Prosessor
Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket
  1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
  2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
  3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
  4. Turunkan kembali tuas pengunci.
Jenis Slot
  1. Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
  2. Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak
Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.
3. Memasang Heatsink
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.
4. Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM
  1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
  2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
  3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.

Jenis DIMM dan RIMM
Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan
  1. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
  2. sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot.
  3. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.


5. Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
  1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
  2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
  3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
  4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
  5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

6. Memasang Power Supply
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
  1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
  2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.

7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
  1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
  2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
  3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
  4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
  5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
  6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.


8. Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:
  1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
  2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
  3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
  4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
  5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
  6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
  7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
  8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.
9. Memasang Card Adapter
Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter:
  1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
  2. Pasang sekerup penahan card ke casing
  3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

    10. Penyelessaian Akhir
  1. Pasang penutup casing dengan menggeser
  2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
  3. Pasang konektor monitor ke port video card.
  4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
  5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
  6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.

Pengujian
Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
  1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
  2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
  3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
  4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
  5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
Penanganan Masalah
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:
  1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
  2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/
LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung. Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat.


Arti Kepemimpinan Dalam OSIS

Kamis, 07 Agustus 2014

Pemimpin pada hakekatnya adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi anggota sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakannya.
Untuk lebih jauh memahami kepemimpinan OSIS, perlu dikaji dan dipahami pengertian seperti: tugas dan tanggung jawab, maksud dan tujuan, kualifikasi serta ukuran sampai sejauh mana kepemimpinan OSIS berhasil melaksanakan tugasnya.
A.Tugas dan Tanggung jawab
Ada 4 macam tugas pokok pemimpin, yaitu: (1) merumuskan atau mendefinisikan misi organisasi; (2) mengusahakan tercapainya tujuan atau misi organisasi; (3) mempertahankan keutuhan organisasi dan; (4) mengatasi konflik.
Merumuskan misi organisasi Ada 7 misi utama OSIS, yaitu:(1) meningkatkan peran serta siswa dalam menjaga dan membina sekolah sebagai wawasan wiyata mandala; (2) menumbuhkan daya tangkal pada diri siswa terhadap pengaruh negatif; (3) memantapkan pelaksanaan ekstrakurikuler; (4) meningkatkan apresiasi dan penghayatan seni; (5) menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara; (6) menumbuhkan dan mengembangkan jiwa, semangat serta nilai-nilai perjuangan 45; (7) meningkatkan kesegaran jasmani dan rohani.
Mengusahakan tercapainya misi atau tujuan, meliputi sebagai berikut:Memahami peranan OSIS baik sebagai definisi maupun sebagai sarana mencapai tujuan.
1. Sebagai definisi, OSIS adalah satu jalur pembinaan kesiswaan yang berfungsi sebagai organisasi intra sekolah untuk mencapai pembinaan kesiswaan
2. Sebagai sarana untuk mencapai tujuan, OSIS berperan dalam: (a) menumbuhkan dan mengembangkan berbagai macam kemampuan, seperti: manajerial, kepemimpinan, berkomunikasi, kematangan berpikir dan nilai-nilai kepribadian siswa; (b) menumbuhkan dan menmgembangkan karier siswa.;(c) mengembangkan berbagai disiplin ilmu;(d) menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai sosial budaya; (e) tempat untuk saling bertukar fikiran, pengalaman dan pengetahuan; dan sarana mencapai tujuan pembinaan kesiswaan.
3. Memahami pengorganisasian OSIS yang meliputi: (a) perangkat OSIS; (b) pengurus OSIS; (c) perincian tugas
Kualifikasi yang perlu dimiliki pemimpin OSISiapapun yang akan diangkat dan ditugaskan untuk menduduki tanggung jawab sebagai pembina dan pemimpin siswa harus memiliki kualifikasi kepemimpinan.
1. Persyaratan kepemimpinan secara umum, yaitu : (a) kondisi fisik; (b) nilai-nilai kepribadian; (c) memiliki berbagai mancam keahlian; (d) berwibawa.
2. Persyaratan secara khusus, pembina dan pengurus OSIS harus memahami persyaratan yang telah ditetapkan, yaitu: (a) berbudi pekerti baik, sopan santun terhadap guru, orang tua dan teman-teman siswa; (b) memiliki bakat sebagai pemimpin; (c) berkemauan, kemampuan dan pengetahuan yang memadai; (d) dapat mengatur waktu, sehingga pelajaran tidak terganggu; (e) dicalonkan oleh perwakilan kelas.
3.Mengusahakan keutuhan organisasi
Keutuhan organisasi adalah mutlak demi terwujudnya kerjasama dan koordinasi antar sesama anggota, maupun unsur-unsur pemimpin yang lain. Keutuhan organisasi hanya akan terwujud apabila unsur-unsur pemimpin memiliki kewibawaan atau kharisma (kemampuan untuk mengendalikan bawahan atau orang lain).Seorang pemimpin yang paling baik (the best manager) adalah: seorang yang mampu mempengaruhi bukan hanya anggotanya, melainkan juga rekan sesama dan atasannya. Untuk itu maka setiap pemimpin perlu memiliki dan mendayagunakan kewibawaannya secara tepat, sehingga akan mendukung tercapainya keutuhan dan tujuan organisasi.
Ada beberapa indikator keberhasilan atas kewibawaan seorang pemimpin OSIS, yaitu dengan memperhatikan indikator, sebagai berikut: (a) rasa kebersamaan kelompok; (b) kerjasama antar kelompok dan antar kelompok dengan pembina, pengurus osis dan perwakilan kelas; (c) efisiensi pemberdaya manusia yang ada; (d) peningkatan kualitas kehidupan kerja; (e) tercapainya rasa percaya diri pada sesama siswa dan; (f) peningkatan kecakapan sesama siswa dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.
4.Mengatasi atau mengendalikan konflik
Konflik pada hakekatnya merupakan segala macam bentuk hubungan antar sesama siswa maupun dengan pemimpin secara pribadi maupun kelompok yang mengandung sifat berlawanan. Dapat pula diartikan bahwa konflik itu merupakan proses sosial antara dua pihak atau lebih dimana pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya yang disebabkan oleh adanya perbedaan ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat-istiadat, dan keyakinan.
Konflik dalam organisasi bersumber pada: (a) manusia dan perilakunya; (b) organisasi; (c) komunikasi
Ada beberapa cara untuk menyelesaikan konflik, sebagai berikut: (a) menekan konflik dengan cara yang halus; (b) membiarkan konflik selesai dengan sendirinya; (c) melalui kompromi; (d) mengkonfrontasikan pihak-pihak yang terlibat
B.Kualifikasi
Yang perlu dipertimbangkan dalam pengangkatan seorang pemimpin adalah: managerial skill(Keterampilan manajemen )
Ada 3 kategori keterampilan manajemen, yaitu:
1. Keterampilan teknis (tehnical skill )
a.pengetahuan mengenai metode, proses, prosedur dan macam-macam teknik untuk melaksanakan suatu kegiatan
b.kemampuan menggerakkan berbagai sarana yang ada.
2. Keterampilan hubungan manusia (human skill )
a.pengetahuan perilaku manusia dan proses kerjasama
b.kemampuan memahami isi hati, sikap dan motif orang lain mengapa mereka berkata dan melakukan pekerjaan
c.kemampuan berkomunikasi secara jalas dan efektif
d.kemamouan menciptakan kerjasama yang efektif dan koordinatif, praktis dan diplomatis
e.pengetahuan perilaku yang asptabel
3. Keterampilan konsepsional (conceptual skills )
a.kemampuan analisis
b.bersifat rasional
c.cakap dalam berbagai konsepsi
d.kreatif dalam berbagai ide dalam pemecahan masalah
e.mampu mengemukakan analisis berbagai kejadian serta memahami macam kecenderungan
f.mampu mengantisipasi perintah
g.mampu mengenali berbagai macam kesempatan dan problem-problem potensial.
Kesimpulannya: apabila kualifikasi yang meliputi aspek-aspek kapribadian, perilaku, kewibawaan, pemahaman serta dukungan teknis, kamampuan bekerjasama dan kemampuan konsepsional dimiliki oleh setiap pemimpin OSIS, berarti akan terpenuhinya kepemimpinan OSIS yang profesional.
C.Kriteria Keberhasilan
Keberhasilan kepemimpinan OSIS dapat dilihat dan dirasakan melalui 3 macam indikasi, yaitu: (1) dinamika OSIS sebagai organisasi; (2) sikap para siswa terhadap pengurus OSIS; (3) pengaruh kewibawaan pemimpin terhadap sesama siswa
D.Pelatihan
Sasaran pelatihan kepemimpinan diarahkan pada 3 macam sasaran khusus, yaitu: (1) ketrampilan teknis; (2) ketrampilan hubungan manusia; (3) ketrampilan yang bersifat konseptual
E.Peranan OSIS sebagai Tempat Kaderisasi Kepemimpinan
Ada 3 peranan organisasi kaderisasi kepemipinan, yaitu: (1) organisasi sebagai alat pencapaian tujuan; (2) organisasi sebagai wadah dimana diterapkan dan dikembangkan berbagai disiplin ilmu; (3) Organisasi sebagai tempat di mana dibina dan dikembangkan potensi siswa.

 
OSIS SMK CIPTA SKILL © 2012 | Designed by Bubble Shooter, in collaboration with Reseller Hosting , Forum Jual Beli and Business Solutions